Rabu, 15 Mei 2013

kebangkitan Hakiki Muslimah Sejati

Kebangkitan Hakiki Muslimah Sejati

Kian beragamnya profesi muslimah saat ini, memperlihatkan kemajuan selangkah dari tempat berpijaknya kaum wanita. Banyak wanita yang kini berprofesi menjadi seorang guru, pengusaha, dokter, politikus, pengacara, direktur, hingga kepala negara. Dan sekarang, mulai merambah kepada profesi yang lazimnya dilakukan oleh seorang pria, seperti menjadi kenek angkot, supir bis, tukang parkir, tukang tambal ban, pemain bola, petinju, sampai pilot. Banyak muslimah yang mengukir prestasi di negri ini, yang acap kali disebut sebagai tanda kemajuan muslimah dalam kiprahnya sebagai wanita, yang dicap sebagai mahluk pasif. Namun tak sedikit pula muslimah yang “mengukir nama” di headline news koran sebagai penipu, koruptor, penyuap, bahkan pembunuh. Yang akhir-akhir ini marak terjadi menimpa muslimah. Lalu apakah ini makna kebangkitan muslimah?
kebangkitan yang semu?
Tak hanya dalam profesinya, muslimah dalam sepuluh tahun terakhir ini memang mulai terasa eksistensinya, terutama dalam bidang fesyen. Indonesia yang dijadikan trend busana muslim dunia 2020 pun Mulai berpengaruh, dan komunitas muslimah menutup aurat semakin banyak. fenomena ini pun kian disebut-sebut sebagai kebangkitan muslimah.
Muslimah yang eksis dalam kiprahnya di ruang publik, dijadikan sebagai bukti adanya kebangkitan dalam dunia muslimah. namun, sejatinya kebangkitan ini hanyalah kebangkitan semu. Karena, kebangkitan yang terbentuk tidaklah menyeluruh,melainkan hanyalah yang nampak di mata manusia. Tidak ada yang bangkit dalam pola pikir muslimah. Malah keadaannya, semakin sekuler dan liberal. Ditemukan banyak muslimah berkerudung, namun akhlaqnya tidak “dikerudung” pula. Seperti, banyaknya perempuan berkerudung namun perilakunya ialah gonta-ganti pacar, hamil diluar nikah bahkan menjadi pemeran video mesum dengan pacarnya. Kenapa ini bisa terjadi? Karena mereka telah teracuni dengan gaya hidup seks bebas yang kian menggerogoti remaja muslim saat ini. Banyak pula, perempuan berkerudung tapi jadi seorang koruptor, karena mereka telah tergiur gaya hidup hedonis dan matrealistis, yang menjadikan harta sebagai tolok ukur kehidupan mereka. banyak muslimah saat ini telah kehilangan kemurnian aqidah mereka. Yang menjadikan mereka berkerudung bukan karena ketaatan atas dasar tuntutan aqidah. Akan tetapi, hanya karena trend yang berkembang dalam dunia fesyen. Hingga menjadi sebuah kewajaran, jika mereka masih menampakkan lekukan tubuhnya meski ditutup, bahkan melanggar hukum-hukum Allah walaupun dalam keadaan menutup aurat.
kebangkitan yng hakiki
Kebangkitan muslimah yang hakiki adalah kebangkitan yang nyata, nampak dalam segala aspek . tak hanya dalam penampilan luarnya. Ialah, ketika muslimah memeluk islam secara kaaffah, dan ikut aktif dalam perjuangan tegaknya kalimah Allah. Kebangkitan muslimah yang hakiki adalah yang menjadikan para muslimah berkepribadian islam, yaitu terbentuknya pola pikir dan pola sikap yang islami dalam jati dirinya sebagai muslimah. senantiasa berpegang teguh pada ajaran islam, bertakwa dalam kondisi apapun. Kebangkitan muslimah sejatinya adalah, ketika ia memahami posisi dan perannya sebagai wanita yang telah digariskan syari’at. ialah menjadi ummu wa robbatul bait. Menjadi manajer dalam rumah tangganya. Senantiasa aktif menjadi ibu yang tangguh mendidik anak-anaknya agar menjadi generasi yang unggul yang menjadi harapan ummat, bukan malah menuntut kebebasan sebagaimana tuntutan yang diusungkan wanita-wanita barat yang merasa dikekang dan selalu mendapat diskriminasi, padahal yang mengekang wanita sesungguhnya ialah sistem kapitalisme yang kini diterapkan, bukan islam.
Islam, sejak kelahirannya sangat memuliakan wanita. Islam yang telah membawa umat manusia dari gelapnya zaman jahiliyah kepada terang benderang dengan cahaya islam. Dan sebagai muslimah, seharusnya kita bersyukur telah dipilih Allah sebagai seorang muslimah, yang sangat dimuliakan islam.
pelopor kebangkitan hakiki
Banyak shohabiyah Rasulullah yang mengukir tinta emas sejarah, karena mereka telah berhasil menjadi wanita-wanita yang mampu berkontribusi dalam perjuangan islam. Sebagaimana kita tahu, Ummu Fatimah, ialah Sayyidatinaa Khadijah binti Khuwalid ra. yang sangat berjasa dalam perjuangan islam. Ia rela dengan ikhlas mengeluarkan seluruh hartanya untuk memudahkan da’wah Rasulullah dalam menyebarkan islam. Siti Fatimah Az-Zahra ra. seorang muslimah panutan para ibu rumah tangga, ia sangat gigih mengurusi keluarganya dan sangat taat terhadap suaminya. Asma binti Abu Bakar ra. Shahabiyah yang di juluki sebagai perempuan “pemilik dua ikat pinggang” ini sangat berperan besar dalam perjuangan da’wah rasulullah. Ia sangat gesit dan cerdas, Asma adalah sosok teladan pemberani, dialah yang mengirimkan bekal untuk Rasulullah dan ayahnya Abu Bakar pada peristiwa hijrah Rasulullah SAW. Hingga ia dijuluki “Dzatun Nithaqain” (wanita yang memiiki dua ikat pinggang). Saudah binti Zam’ah ra. istri Rasulllah SAW ini, adalah seorang muslimah yang terkenal dengan keikhlasannya, ia yang gemar bershadaqah dan cerdas hingga namanya dilambangkan dengan lambang keikhlasan. Khaulah binti Tsa’alabah ra. Beliau adalah muslimah yang berani, dan pandai. Beliau telah mengikuti seluruh perang bersama Rasulullah, termasuk perang Badar dan perang Uhud . ia terkenal dengan pengaduannya kepada Rasulullah terhadap perilaku suaminya, hingga turunya suatu ayat yang menjadi awal berlakunya hukum zihar. Juga protesnya kepada khalifah Umar bin Khattab yang telah menetapkan mahar atas setiap wanita, protesnya berisikan ketidak setujuannya terhadap keputusan khalifah Umar, karena Allah saja tidak menentukan suatu mahar untuk setiap wanita. Hingga khalifah Umar pun mencabut kembali keputusannya. Juga banyak shahabiyah Rasulullah yang harusnya menjadi inspirasi kebangkitan untuk muslimah saat ini. Merekalah yang seharusnya jadi trend mode , dan motivasi kita dalam meneruskan perjuangan diin islam ini. Mereka pelopor dan peletak dasar pilar-pilar kebangkitan ummat yang hakiki. Tegaknya islam dalam sebuah naugan mulia. Ialah syari’ah dan khilafah yang darinya memancar kegemilangan islam dengan ridho-Nya.
(wildafillah@yahoo.co.id)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar